Senin, 15 Juni 2020

Kue Cincin Sebagai Penyambung Hidup Ibu Arsimah

Senin, Juni 15, 2020 | Berkomentar
Ibu Arsimah

Perjalanan menuju Jalan Kolonel Sugiono dengan berjalan kaki cukup membuat Ibu Arsimah kelelahan. Pasalnya, ia berjalan sambil membawa satu keranjang makanan berisi kue cincin. Kue cincin itu nantinya akan ia jajakan di depan Apotik Thalita. Tentu saja untuk melakukan hal seperti itu setiap harinya tidak mudah bagi Ibu Arsimah, mengingat usianya yang sudah menginjak 76 tahun. Namun, ia tetap bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepadanya.

Siapa sosok Ibu Arsimah?

Arsimah, begitu panggilannya, merupakan seorang penjual kue cincin (kue khas tradisional Kalimantan Selatan) yang sudah berusia kurang lebih 76 tahun. Semangatnya yang tidak pernah padam membuat ia gigih untuk tetap bertahan hidup tanpa harus meminta-minta. Ia berjualan kue cincin yang dihargai Rp 5 ribu per bungkusnya. Jika dalam keadaan sehat, ia bisa membawa 50 bungkus per harinya, namun jika  kondisi kesehatannya tidak terlalu baik, ia hanya bisa membawa kue cincin kurang dari 50 bungkus.

Ibu Arsimah dikaruniai 7 orang anak dan semuanya sudah berkeluarga. Sewaktu-waktu, Ibu Arsimah diantar jemput oleh mereka untuk berjualan di depan jalan Kolonel Sugiono. Lantas, mengapa ibu Arsimah masih saja bekerja? Ia mengatakan bahwa kebutuhan untuk sehari-harinya masih belum terpenuhi, apalagi untuk makan keluarganya saja masih sulit. Untung penjualan kue cincin Ibu Arsimah per harinya hanya mendapatkan kurang lebih Rp 14 ribu.

Meskipun usianya sudah kepala tujuh, ia tidak ingin menyerah dengan meminta-minta. Baginya, tidak ada alasan untuk bergantung pada orang lain. Selagi ia masih mampu untuk menghidupi keluarganya, ia akan tetap berjualan meskipun terik matahari kerap menyengat kulitnya. Oleh karena itu, ia sangat dikenal baik oleh orang-orang di sekitarnya sebagai sosok yang tidak pantang menyerah.

Kebaikan untuk Ibu Arsimah

Semangat juang yang ditunjukan oleh sosok ibu yang satu ini patut untuk diacungi jempol. Tidak peduli panas atau hujan, ia tetap gigih menjajakan kue cincin yang ia jajakan di dalam sebuah keranjang. Beralaskan sebuah kain taplak untuk berjualan, Ibu Arsimah tidak lelah untuk menawarkan dagangannya pada orang-orang yang lewat di depannya. Untuk itu, perjuangan ibu Arsimah bisa mendorong kita untuk bisa berbuat baik kepada sesama.

Untuk memberikan kebaikan kepada sesama, kita bisa memulainya dengan menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz. Produk asuransi syariah ini bisa memberikan kebaikan maksimal, adil, dan ringan berupa perlindungan jiwa dan kesehatan terbaik untuk orang-orang di sekitar kita. Dengan adanya pertanggungan biaya dari pihak Asuransi, kita tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pengobatan rumah sakit, dan sejenisnya. 

Selain itu, kita juga bisa memberikan sebagian dari harta kita melalui fitur wakaf Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Melalui fitur ini, kita bisa membantu orang-orang yang sedang mengalami masalah finansial dengan menyisihkan sebagian dana musibah. Dari dana tersebut, ada banyak manfaat yang bisa disalurkan kepada banyak, sehingga kebaikan akan terus mengalir pada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Untuk itu, mari isi hari-hari kita dengan #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan menebarkan kebaikan, kita bisa memberikan manfaat yang tidak terputus pada orang-orang di sekitar kita. Selain itu, menebarkan kebaikan juga bisa membantu Ibu Arsimah untuk mendapatkan kejutan paket umroh gratis dari Allianz. Oleh karena itu, mulailah menebarkan kebaikan dari hal-hal kecil agar Anda bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.

Reaksi:
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar