Mengenal Tepung Terigu Protein Rendah

November 01, 2019 with No comments
Mengenal Tepung Terigu Protein Rendah

Tepung terigu memiliki kategori sendiri untuk menentukan tingkat proteinnya. Ada tiga jenis tepung terigu berdasar tingkat proteinnya, yaitu tepung protein tinggi, rendah dan sedang. Pada tepung dengan protein rendah dapat dilihat dari kegunaannya. Biasanya tepung jenis ini dipakai untuk membuat kue kering seperti biskuit. Tepung protein rendah adalah tepung dengan kandungan gluten sebesar  8-11 %. 

Gluten dapat ditemukan pada padi-padian dan serealia, gandum, gandum hitam (rye), jelai (barley) dan triticale. Gluten adalah suatu senyawa asam amino yang membentuk rongga dan tak beraturan semacam serat kasar yang merupakan bagian dari protein di dalam pati. Senyawa ini berperan sebagai lem yang membantu menjaga makanan tetap menempel dan menjaga bentuk makanan. Gluten terbagi menjadi dua jenis, yaitu glutenin dan gliadin. Senyawa yang satu ini bersifat kedap udara, sehingga terigu yang mengandung lebih banyak gluten memiliki kemampuan mengikat udara lebih banyak. Tepung terigu protein rendah dapat juga dibuat sendiri dengan mencampurkan tepung maizena dengan tepung terigu protein sedang dengan perbandingan maksimum 5:1 (tepung terigu : tepung maizena). 

Manfaat gluten bagi tubuh

Berikut adalah dampak yang akan dialami tubuh jika kekurangan gluten.

1. Mengurangi risiko keracunan logam berat
Makanan olahan nasi dan ikan bisa jadi terkontaminasi bahan logam yang justru berbahaya bagi tubuh. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein gluten, kandungan logam berat dalam darah bisa lebih rendah.

2. Mengurangi risiko diabetes tipe dua
Orang yang mengonsumsi gluten memiliki risiko 13% lebih kecil terkena diabetes tipe dua. Diabetes merupakan penyakit yang terjadi karena pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup, atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara optimal. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi di atas normal. 

3. Mengurangi kemungkinan penyakit jantung
Penelitian Harvard menganalisa lebih dari 100.000 subjek penelitian selama 25 tahun dan mengumpulkan data berkaitan dengan pola makan subjek yang diteliti. Dari penelitian tersebut, ditemukan lebih dari 6.000 kasus awal jantung koroner. Setelah 'perawatan' dengan mengonsumsi gluten, risiko berkembangnya sakit jantung berkurang 15%.

4. Mengurangi risiko kanker kolorektal
Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada jaringan usus besar atau rektum. Risiko kanker kolorektal bisa berkurang 17% untuk setiap 90 gram makanan bergluten yang dikonsumsi secara rutin.

5. Menghindari kelebihan kalori
Memakan makanan yang mengandung gluten dalam jumlah yang tepat dan dibutuhkan tubuh dapat membantu dalam mengurangi kalori berlebih. Sifatnya yang akan membuat perut terasa lebih lama kenyang mampu mengontrol nafsu makan.

Mengonsumsi makanan yang bebas gluten justru akan mengakibatkan berbagai masalah lain. Gluten free atau mengonsumsi makanan bebas gluten ditujukkan bagi yang mengalami intoleransi terhadap gluten. Sebaliknya, mengonsumsi makanan olahan tepung dengan kadar gluten terjaga mampu mengurangi risiko penyakit seperti obesitas.
Reaksi:
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar