Potensi Wakaf Asuransi Syariah di Indonesia

Agustus 13, 2019 with No comments
Potensi Wakaf Asuransi Syariah di Indonesia

Wakaf memang tidak hanya sebatas ibadah dengan memberikan harta berupa tanah atau bangunan saja, tetapi juga bisa dengan wakaf asuransi syariah. Wakaf jenis ini memang tengah berkembang di Indonesia.

Lebih lanjut, wakaf merupakan amal ibadah dalam Islam, berupa kedermawanan dengan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pahala dari kebajikan ini akan terus mengalir tanpa terputus meskipun pemberi wakaf sudah meninggal dunia.

Maksud dari wakaf berupa asuransi syariah ini adalah tertanggung utama mewakafkan manfaat dari nilai investasi dan juga manfaat asuransinya. Wakaf jenis ini bertujuan untuk pemanfaatan asuransi dengan cara berinvestasi pada lembaga pengelola wakaf, sehingga nanti manfaat dan hasilnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, harus sepengetahuan dari ahli waris.

Menurut Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), mewakafkan manfaat asuransi ini punya potensi besar untuk berkembang di Indonesia, terlebih karena jumlah populasi masyarakat muslim terbesar di dunia. Menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), di Indonesia potensi wakaf bahkan mencapai Rp 180 triliun. Namun baru terkumpul sejumlah Rp 400 miliar di tahun 2017 lalu. Potensi inilah yang harus diusahakan agar angka tersebut bisa teralisasikan semuanya.

Angka ini tentu bisa memainkan peran penting bagi pembangunan perekonomian dan stabilitas keuangan. Wakaf asuransi dinilai bisa mendukung potensi ini. Produk wakaf asuransi juga merupakan salah satu produk yang hanya berlaku di asuransi syariah dan lebih spesifik.

Perusahaan-perusahaan proteksi diri juga banyak yang sudah memiliki produk ini. Seiring bertambahnya pengetahuan masyarakat akan manfaat asuransi.

Namun, pemahaman wakaf asuransi ini masih dihambat oleh pemahaman masyarakat yang cukup rendah. Secara umum, tingkat literasi masyarakat hanya 8 persen. Pemahamannya juga masih sebatas pada adanya praktik yang sering terlihat di masyarakat.

Mewakafkan manfaat asuransi dan investasi asuransi jiwa syariah hukumnya dibolehkan dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fatwa. Bahkan untuk memfasilitasinya, MUI suduah mengeluarkan Fatwa mengenai Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah yang dikeluarkan pada Oktober 2016 lalu.

Program Wakaf Asuransi Syariah

Sesuai konsepnya, program wakaf di asuransi dibagi tiga jenis, yaitu:

  1. Wakaf Fund yaitu wakaf sebagai model asuransi. Dalam asuransi syariah, tabarru fund disebut dana wakaf. mekanismenya adalah, perusahaan membentuk dana wakaf sebelum orang mulai ber-tabarru. Lalu, setelah peserta mulai bertabarru, dana tersebut dimasukkan dalam dana wakaf fund.
  2. Wakaf polis yang berupa polis sudah jadi. Di mana pemegang polis mewakafkan manfaatnya pada lembaga wakaf. Polis yang diterima lembaga wakaf tersebut bersumber dari asuransi konvensional dab asuransi syariah.
  3. Wakaf sebagai fitur produk asuransi syariah. Maksudnya produk yang dibuat oleh perusuahaan asuransi syariah dengan mewakafkan manfaat investasi dan manfaat asuransi.
Manfaat asuransi yang boleh diwakafkan maksimal adalah 45 persen dari total manfaat asuransi. Ikrar wakafnya baru dilaksanakan setelah manfaat asuransi sudah jadi hal dari pihak yang ditunjuk. 

Wakaf asuransi syariah ini dinilai merupakan aproduk asuransi yang inovatif. Sehingga nantinya pelaku industri lainnya juga bisa berperan aktif mengembangkan asuransi jiwa syariah.
Reaksi:
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar