Desain Kamar Tidur Ruangan Kecil

Oktober 26, 2018 with No comments
Desain Kamar Tidur Ruangan Kecil

Dengan budget minim, memiliki rumah besar mungkin berada di luar jangkauan. Tetapi, jangan khawatir jika Anda hanya mampu membeli rumah mungil.

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan ruang yang ada agar tetap efisien tetapi tidak terkesan sempit, terutama untuk kamar tidur.

Berikut beberapa cara tersebut.

1. Tempat tidur

Alih-alih meletakkan kepala tempat tidur di dinding belakang, Anda bisa menghilangkannya sehingga sisi ranjang dapat membentang di sepanjang dinding belakang.

Ini mungkin saja terlihat sempit dan berantakan tapi justru lebih lapang. Untuk menyiasatinya, Anda dapat menggunakan seprai dengan model kusut.

Dengan demikian, Anda tidak terpaksa harus selalu membereskan tempat tidur tersebut mengingat ada 3 sisi yang menempel ke dinding.

2. Lemari di bawah tempat tidur

Kemudian, Anda juga bisa menambahkan laci penyimpanan yang dalam di bawah tempat tidur daripada menempatkan satu lemari besar yang menyita tempat.

Upayakan laci berwarna pucat yang sama seperti tempat tidur, dinding, dan lantainya. Dengan begini, Anda membuang garis batas yang keras dan secara visual memperluas ruang.

3. Lampu dinding

Selanjutnya, Anda dapat menggunakan lampu dinding yang hampir selalu merupakan solusi terbaik untuk ruang mungil.

Dengan menggunakan lampu dinding, Anda dapat menempatkan meja di bawah lampu tersebut.

4. Rak tinggi

Penggunaan rak yang tinggi meningkatkan perasaan bahwa ruangan lebih besar dari pada itu, terutama karena sifatnya yang dekoratif dan tidak fungsional.

Jika sebuah ruangan tampaknya memiliki ruang untuk menggunakan rak yang murni untuk pajangan , ini akan terasa seolah-olah harus memiliki ruang lebih.

Pilih benda terang atau transparan, yang tidak akan secara visual mengisi ruangan.

6 Kebiasaan yang dapat Membantu Anda Mencapai Kesuksesan

Oktober 11, 2018 with No comments
6 Kebiasaan yang dapat Membantu Anda Mencapai Kesuksesan

Siapapun dari kita pastilah ingin meraih kesuksesan dalam karier maupun bisnis Anda. Siapa sangka, ternyata kesuksesan bisa muncul dari hal-hal kecil yang biasa Anda lakukan dan menjadi rutinitas.

Mengutip Business Insider, Senin (2/1/2017), ada beberapa hal yang bisa Anda jadikan kebiasaan agar kesuksesan meliputi hidup dan karier Anda.

1. Menulis buku harian
Meski kesannya sepele, menulis buku harian ternyata mampu menggiring Anda pada kesuksesan.

Beberapa figur tersohor dalam sejarah, seperti kaisar Romawi Marcus Aurelius dan kaisar Perancis Napoleon Bonaparte menulis buku harian.

Sebuah studi menemukan bahwa menulis pikiran dan isi hati Anda dalam buku harian membantu mahasiswa melewati peristiwa-peristiwa yang menimbulkan stres.

2. Meditasi
Riset menemukan bahwa meditasi memberikan beragam manfaat bagi kesehatan mental dan fisik.

Meditasi ampuh memperbaiki daya ingat hingga meningkatkan minat dan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, beberapa orang sukses yang terkenal seperti CEO Twitter Jack Dorsey dan presenter kenamaan Oprah Winfrey juga melakukan meditasi secara teratur.

3. Membaca
Beberapa orang paling sukses di dunia, termasuk orang terkaya di dunia Bill Gates, adalah seorang kutu buku. Investor kawakan Warren Buffett kabarnya menghabiskan 80 persen harinya dengan membaca.

Pada tahun 2015 lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg berikrar membaca sebuah buku tiap dua minggu.

Nah, untuk mulai giat membaca, Anda bisa memulai dengan membaca buku mengenai apa saja yang Anda tertarik.

4. Berkomitmen pada rutinitas pagi
Ternyata, rutinitas di pagi hari bisa berpengaruh pada kesuksesan Anda. Kalau Anda penasaran seperti apa rutinitas pagi itu, telusuri saja rutinitas pagi orang-orang paling sukses di dunia.

Miliarder John Paul DeJoria, misalnya, menghabiskan beberapa menit di pagi hari untuk menenangkan diri dan berpikir. Selain itu, pebisnis wanita sukses AS Kat Cole memulai hari dengan banyak minum air putih.

5. Berolahraga secara teratur
Kabarnya, orang-orang paling sukses di dunia tetap fit dan aktif dengan cara berolahraga setidaknya satu jam per hari. Olahraga pun dipandang sebagai kebiasaan teratas orang-orang super sukses tersebut.

6. Tidak berada di kantor sepanjang hari
Orang-orang sukses tidak menghabiskan seluruh waktunya di kantor. Bukan berarti malas, tapi mereka menemukan banyak tempat di luar kantor di mana mereka bisa benar-benar kreatif dan produktif.

Riset pun menunjukkan bahwa para pegawai yang paling inovatif di sebuah perusahaan bisa membagi waktu antara kerja di dalam kantor dan di luar kantor.

Sebuah survei pun menunjukkan bahwa 80 persen adalah proporsi waktu ideal per minggu yang harusnya dihabiskan di kantor dan sisanya bekerja di luar kantor. 

Tingkat Kecerdasan Warga Eropa Alami Kemunduran

Oktober 03, 2018 with No comments


Tingkat kecerdasan yang dicerminkan dalam poin IQ (intelligence quotient) pada warga di Eropa disebutkan, mengalami kemerosotan.

Penelitian terbaru terhadap warga di negara Skandinavia dan juga Inggris menyimpulkan adanya penurunan tingkat IQ, sejak beberapa dekade terakhir.

IQ adalah skor dari yang dihasilkan dari beberapa tes standar yang dirancang untuk menilai kecerdasan manusia.

Disebutkan, goyahnya capaian tingkat IQ di abad ke-20, dimulai dengan fenomena pada warga di negara-negara maju sejak pertengahan dekade 1990an.

Michael Shayer, -salah satu peneliti yang turut ambil bagian dalam laporan tersebut, sejak 1995 terlihat ada "kekuatan sosial" besar yang telah mengganggu perkembangan pemikiran anak-anak.

Menurut Shayer, seperti yang dikutip dari laman Euronews, gangguan itu terasa semakin besar dari tahun ke tahun.

Shayer menyebutkan, "kekuatan sosial" yang dimaksudnya mencakup pengembangan teknologi, seperti konsol gim dan telepon pintar.

Alat-alat itu telah mengubah cara berkomunikasi antara anak, yang pada gilirannya berdampak pada perkembangan IQ.

"Coba ambil anak berusia 14 tahun di Inggris. Dulu, di tahun 1994, 25 persen anak di rentang usia ini bisa merampungkan tes matematika dan sains, kini hanya sekitar lima persen."

Sama halnya dengan di Inggris, studi tersebut juga menemukan bahwa tingkat IQ di negara-negara skandinavia, yang telah mengalami kemajuan selama beberapa dekade, kini mengalami kemunduran.

Finlandia, Norwegia, dan Denmark semuanya mengalami penurunan skor IQ rata-rata 0,23 poin per tahun sejak pertengahan 1990-an.

Mungkin saat ini degradasi itu terlihat amat kecil. Namun periset mengatakan, ada ancaman efek jangka panjang yang signifikan.

"Bila diproyeksikan lebih dari satu generasi (30 tahun), Finlandia akan kehilangan 7,49 poin IQ keseluruhan, Denmark 6,48 poin, dan Norwegia 6,50 poin."

Sementara di Swedia, meski tidak memiliki data untuk beberapa tahun terakhir, para periset yakin bahwa tren serupa terjadi di negara itu.

Sebab, Swedia pun memiliki pola perkembangan serupa dengan negara-negara dalam riset itu.

"Tampaknya faktor-faktor itu telah menyebabkan kekuatan untuk meningkatkan IQ seperti lenyap," ungkap periset lainnya James Flynn kepada majalah Swedia Forskning & Framsteg.

Baik Shayer maupun Flynn meyakini bahwa hasil penelitian ini pun mencerminkan tren global yang lebih luas.

Dampak serupa pun dialami berbagai negara di belahan dunia lain.

Masyarakat di negara industri maju seperti Jerman dan Belanda kini juga disebut menunjukkan tanda-tanda stagnasi dalam perkembangan IQ.