Hindari 4 Kesalahan Pembeli Asuransi Jiwa

Juni 21, 2018 with No comments
Hindari 4 Kesalahan Pembeli Asuransi Jiwa

Apakah membeli asuransi jiwa termasuk salah satu resolusi keuangan Anda tahun 2018 ini? Bila saat ini posisi Anda adalah sebagai pencari nafkah utama di keluarga, sebaiknya Anda memang memiliki asuransi jiwa sebagai strategi manajemen risiko finansial keluarga.

Memiliki asuransi jiwa bisa membantu Anda mengantisipasi risiko-risiko finansial yang bisa timbul akibat kematian pencari nafkah dan karena musibah-musibah lain yang membuat keran pendapatan keluarga terganggu.

Namun, untuk membeli asuransi jiwa juga perlu kecermatan tersendiri agar tidak terjebak pembelian produk yang tidak tepat. Sering terjadi seseorang membeli asuransi jiwa, ternyata tidak sesuai kebutuhan sehingga saat dicairkan, risiko finansial yang dihindari masih terjadi dan mengguncang kesehatan finansial keluarga.

Misalnya nilai uang pertanggungan sangat kecil, tak sesuai perkiraan. Atau sebagian besar premi atau iuran yang dibayar per bulan ternyata dipotong cukup besar karena alasan tertentu dari perusahaan asuransi.

Bila Anda berencana membeli asuransi jiwa, perhatikan empat kesalahan besar hasil riset berikut ini agar Anda tidak salah membeli:

1.Tidak mengetahui kebutuhan uang pertanggungan

Banyak orang sekadar membeli asuransi jiwa tanpa terlebih dulu menghitung berapa kebutuhan uang pertanggungan yang sebenarnya dia butuhkan.

Alhasil, ketika terjadi risiko, uang pertanggungan yang cair ternyata tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Ketahui terlebih dulu berapa kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa Anda sehingga bisa menemukan produk yang tepat.

Cara mengetahui kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa bisa Anda hitung dengan pendekatan Human Life Value, dengan rumus pengalian antara nilai pendapatan saat ini ditambah risk free rate.

Sebagai contoh, pendapatan Anda saat ini Rp 10 juta per bulan dan tanggungan Anda baru bisa mandiri 20 tahun lagi. Asumsi risk free rate 5,2 persen. Maka, kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa adalah Rp 10 juta x 12 bulan x (110 persen+5,2 persen) x 20 tahun = Rp 1,42 miliar.

Setelah mengetahui kebutuhan uang pertanggungan, Anda tinggal mencari produk asuransi jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan (UP) sebesar itu. Anda bisa menimbang produk term life atau asuransi jiwa berjangka murni yang harga preminya masih terjangka dengan nilai UP cukup besar.

2.Menganggap asuransi sebagai investasi

Perihal asuransi, satu hal yang perlu Anda selalu ingat adalah bahwa asuransi merupakan biaya. Asuransi bukanlah investasi di mana Anda bisa mengharapkan imbal hasil yang besar suatu hari nanti.

Sebaliknya, asuransi merupakan biaya karena pada prinsipnya asuransi merupakan skema pengalihan risiko seseorang pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah kompensasi atau uang pertanggungan ketika terjadi risiko pada tertanggung atau pemegang polis.

Pemegang polis wajib membayar premi sebagai biaya atas pengalihan risiko kepada perusahaan asuransi tersebut.

Asuransi jiwa tidak bisa mencegah kematian. Namun, asuransi jiwa bisa meringankan beban finansial anggota keluarga yang ditinggalkan ketika sang pencari nafkah meninggal dunia.

Salah menganggap asuransi sebagai produk investasi bisa menggiring Anda memilih produk asuransi jiwa yang kurang tepat. Seperti membeli asuransi jiwa yang digabung dengan investasi. Akibatnya premi cukup mahal, sedangkan uang pertanggungannya relatif kecil. Jadi, berlakulah cerdas dalam memilih yang terbaik.

3.Salah menetapkan tertanggung di polis

Dalam asuransi, tertanggung adalah dia yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan asuransi. Sehingga, ketika si tertanggung tersebut meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan yang berhak diberikan kepada ahli waris yang ditunjuk.

Siapa yang idealnya menjadi tertanggung dalam produk asuransi jiwa? Sesuai tujuan pembelian yaitu manajemen risiko finansial keluarga, tertanggung asuransi jiwa seharusnya adalah mereka yang memiliki nilai ekonomi atau pihak yang menjadi sumber penghasilan keluarga.

Misalnya, suami, istri, atau keduanya. Bila suami dan istri sama-sama bekerja, tertanggung seharusnya adalah pihak yang memiliki penghasilan terbesar karena risiko finansialnya juga paling besar bagi keluarga bila tiba-tiba dia meninggal dunia.

4.Asal membeli asuransi pendukung

Biasanya saat Anda membeli asuransi jiwa, agen asuransi akan menawarkan pula asuransi pelengkap atau rider. Jangan asal menambah asuransi tambahan sebelum menghitung terlebih dulu apa saja kebutuhan Anda.

Asuransi tambahan juga berarti biaya tambahan, maka itu bijaklah dalam menambah jenis riders. Jikalau perlu tambahan, untuk asuransi jiwa Anda bisa menimbang untuk menambahkannya dengan waiver of premium atau pembebasan premi.

Riders ini berguna untuk mengantisipasi risiko ketidakmampuan yang mengakibatkan Anda tidak bisa membayar premi rutin. Misalnya karena terjadi kecelakaan yang membuat Anda kehilangan pekerjaan, Anda akan dibebaskan dari pembayaran premi asuransi jiwa.

4 Tanda Jika Seseorang Itu Sosiopat

Juni 15, 2018 with No comments
4 Tanda Jika Seseorang Itu Sosiopat

Sociopathy atau sosiopati adalah suatu kondisi yang mengacu pada perilaku atau ide antisosial seseorang, menurut kitab pegangan para psikiater dan psikolog, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Gangguan kepribadian antisosial ditandai dengan pola mengabaikan dan melanggar hak orang lain, demikian menurut kitab tersebut. Tingkat keparahan gejala gangguan kepribadian antisosial dapat bervariasi. Pola perilaku yang sudah tahap lebih berbahaya disebut sebagai psikopat.

Sosiopat memiliki banyak kesamaan dengan psikopat namun psikopat lebih bersifat bawaan, sementara kecenderungan sosiopat adalah hasil dari faktor-faktor sosial dan lingkungan. Berikut adalah cara untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kategori ini atau tidak.

1. Ego Besar


Seorang narsis memiliki ego yang besar, kesombongan dan keegoisan yang intens dan merasa perlu dikagumi terus-menerus. Sosiopat mirip dengan itu.

Selain itu, orang sosiopat cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka sendiri. Mereka juga kerap melanggar hukum atau aturan social, karena mereka berpikir mereka berada di atas aturan-aturan itu.

2. Menarik dan Manipulatif

Sosiopat adalah pendusta, dengan tujuan untuk mencapai tujuannya atau hanya untuk bersenang-senang. Pada saat yang sama, mereka nampak karismatik dan ramah, karena mereka tahu itu dapat membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Orang sosiopat begitu ahli menipu orang lain, jarang ada yang mengetahui bahwa mereka memiliki kepribadian yang kacau. Karena cenderung manipulatif, orang lain jadi sulit untuk membedakan apa yang mereka katakan adalah suatu kebenaran atau bukan.

3. Tidak Peduli Orang Lain


DSM mengatakan, gejala sosiopat dimulai sejak anak usia dini atau remaja dan berlanjut sampai dewasa. Mereka tidak berpikir bahwa aturan dalam masyarakat berlaku untuk mereka juga, dan akan menempatkan orang lain dalam bahaya untuk keuntungan diri sendiri. Di atas semua itu, mereka tidak merasa buruk tentang hal itu.

Atau, dengan kata lain, mereka menunjukkan kurangnya penyesalan ketika memanipulasi orang lain atau melanggar hukum atau norma.

Kurangnya empati ini, menyebabkan seorang sosiopat tidak memiliki banyak teman selain hubungan yang dangkal.

Sosiopat cenderung gugup dan mudah gelisah. Emosi mereka tidak stabil dan mudah meledak. Mereka cenderung tidak berpendidikan dan hidup terpinggir dari masyarakat, tidak dapat tahan dengan satu pekerjaan tetap atau tinggal di satu tempat untuk waktu yang lama.

“Akan sulit tetapi tidak mustahil untuk seorang sosiopat terkoneksi dengan orang lain,” kata Scott Bonn, Ph.D., profesor sosiologi dan kriminologi Drew University

4. Bermasalah dengan Hukum

Ini mungkin akan terjadi karena Anda tidak bertanggung jawab dan impulsif, sebut sebuah artikel yang dirilis oleh Mayo Clinic mengenai ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian antisosial.

Kurangnya rasa tanggung jawab dapat meliputi banyak hal, termasuk kewajiban sosial hingga keuangan. Sebuah artikel di Huffington Post mengatakan, sosiopat hidup dengan memegang prinsip kesenangan, mereka terus mencari rangsangan dan kegembiraan.

Pilah-pilih Shuttlecock Terbaik dengan Trik Berikut Ini!

Juni 09, 2018 with No comments
Pilah-pilih Shuttlecock Terbaik dengan Trik Berikut Ini!

Olahraga tentu adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun kadang ada kondisi dimana Anda mungkin merasakan jenuh dengan rutinitas olahraga yang dilakoni. Jika Anda sudah mulai bosan dalam berolahraga, ada baiknya Anda menjajal jenis olahraga lainnya. Untuk bisa lebih ramai dan semangat lagi, maka mungkin bisa juga dengan mengajak anggota keluarga atau teman terdekat sehingga bisa upayakan hidup sehat bersama. Olahraga bulutangkis misalnya yang bisa dilakukan dengan berpasangan bersama orang lain. Raket dan shuttlecock tentu menjadi modal untuk bisa bermain bulutangkis.

Umumnya banyak orang yang lebih fokus pada raket saja. Meski demikian, sebetulnya bola bulutangkis menjadi benda yang amat penting juga. Bagi Anda yang kini sedang mencari bola bulutangkis, maka berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Material bulu
Ada beragam jenis bulu yang biasa dipakai dalam pembuatan bola bulutangkis. Berikut ini beberapa jenisnya:
  • Bulu angsa biasa dipakai untuk kompetisi yang resmi. Untuk bola bulutangkis yang berbulu angsa umumnya telah diberikan sertifikat dari PBTI sehingga bisa dipakai untuk pertandingan besar dan latihan para atlet. Hal ini lantaran bulu angsa kuat dan untuk bagian tengah di bulunya juga solid.
  • Bulu bebek juga bisa jadi bulu di bola bulutangkis. Meski demikian, bulu bebek ini biasanya untuk pengganti bulu angsa dan dibanderol dengan harga yang lebih murah. Biasanya bulu bebek memang tak terlalu kuat apabila dibanding dengan bulu angsa. Selain itu ketebalan dan kehalusan dari bulunya juga kurang dibanding bulu angsa.B
  • Bahan nilon juga biasa dijadikan sebagai bahan pembuatan shuttlecock. Untuk para penghobi, biasanya menggunakan bahan nilon ini karena harganya yang murah. Kelebihannya sendiri, bahan nilon termasuk tahan lama.
  1. Material gabus
Bahan lain yang bisa dipertimbangkan yakni material gabus dari bola bulutangkis itu. Ada juga beberapa pilihan gabus untuk pembuatan bola bulutangkis yakni:
  • Gabus alami adalah bahan dengan kualitas tinggi dimana bisa memberi shot feeling nyaman. Penggunaan bahan gabus yang alami akan bisa menjadikan pemukulan pada bola bulutangkis pun kian mudah dan nyaman.
  • Gabus sintetis pun boleh jadi pilihan. Gabus sintetis jadi pilihan karena gabus alami yang cukup mahal harganya. Memang dari segi bahannya amat mirip, meski demikian nanti akan terasa sekali perbedaannya jika sudah menggunakannya dalam bermain bulutangkis.
  • Gabus campuran jadi alternatif penengah antara gabus alami dan gabus sintetis. Harganya masih lebih murah dibanding dengan gabus alami namun kualitasnya lebih baik dibanding dengan gabus sintetis.
  1. Tujuan penggunaan
Tujuan penggunaan ini juga akan penting untuk pemilihan bola bulutangkis. Hal ini lantaran bola bulutangkis untuk bermain, berlatih dan juga dalam pertandingan semuanya berbeda kualitas dan jenisnya.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda tahu untuk pemilihan shuttlecock terbaik. Untuk rekomendasi bola bulutangkis yang bisa Anda dapatkan di situs belanja online adalah merk bola bulutangkis Samurai Hijau. Harganya hanya 75 ribuan saja untuk satu pak dengan isi beberapa bola bulutangkis. Ada juga bola bulutangkis dari Gadjah Mada lebih mahal dibanding bola bulutangkis Samurai Hijau yakni di kisaran angka 110 ribuan rupiah. Yonex Aerosensa 2 menjadi pilihan untuk bola bulutangkis terbaik mengingat merk yang satu ini memang sangat terkenal dan sudah banyak dimanfaatkan oleh atlet dunia. Bola bulutangkis dari Yonex yang dibanderol di angka 370 ribuan satu paknya.