Mengapa Gaji SUdah Besar Tapi Masih Merasa Tidak Cukup

Januari 01, 2018 with No comments


Memiliki gaji besar dan berkecukupan? Tentu semua orang menginginkan hal tersebut. Dengan kondisi pemasukan yang cukup, tentu saja dapat memenuhi segala kebutuhan sehari-harinya. Namun ternyata tak selamanya memiliki gaji besar menandakan jika Anda dapat memenuhi segala hal di dalam hidup Anda. Jika tidak ada pengelolaan yang tepat yang ada malah membuat Anda terus menerus merasa kekurangan meskipun gaji yang dimiliki cukup besar. Lalu apa penyebab Anda terus menerus merasa kekurangan meskipun pemasukan besar? Mungkin hal-hal di bawah ini yang menjadi penyebabnya.

1. Tidak Ada Tabungan Prioritas

Penyebab utama dari gaji yang selalu habis meskipun bernilai besar adalah Anda tidak memiliki tabungan prioritas. Tabungan prioritas ini dapat dijadikan sebagai uang simpanan ketika terjadi pengeluaran dadakan sewaktu-waktu. Dengan adanya tabungan prioritas, maka kondisi keuangan tetap terjaga aman meskipun terjadi pengeluaran yang membengkak.

2. Perencanaan Keuangan yang Berantakan

Setiap orang tentunya harus memiliki rencana keuangan yang baik sehingga kondisi keuangan yang dimiliki akan selalu terjaga dengan baik. Namun bagi beberapa orang yang memiliki gaji besar terkadang terlalu menyepelekan masalah ini. Akibatnya tidak ada rencana keuangan baik yang dimilikinya. Hal ini lah yang menyebabkan seseorang akan terus berhura-hura dikarenakan pemasukan besar yang dimilikinya. Sehingga mereka akan merasa kekurangan di akhir bulan dikarenakan terlalu sering membelanjakan untuk barang-barang yang tidak penting.

3. Selalu Lapar Mata

Uang yang selalu habis mungkin saja dikarenakan sifat Anda yang selalu lapar mata. Lapar mata tak selalu dilakukan wanita, bahkan pria pun terkadang juga dapat berperilaku seperti ini. Tak hanya kalap melihat barang-barang bermerek, namun juga promo dan diskon yang sedang berlangsung di pusat perbelanjaan. Jika lapar mata sudah tidak dapat tertahan, tentu saja uang yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk hal penting lainnya malah akan habis untuk barang-barang yang tidak penting.

4. Sering Membeli Barang-Barang Mahal

Penyebab lainnya yang mungkin seringkali dilakukan adalah kebiasaan membeli barang-barang dengan harga yang mahal. Padahal sebenarnya Anda bisa membeli barang-barang tersebut dengan harga yang lebih murah. Biasanya ini dikarenakan dorongan gaya hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan kebiasaan seperti ini terus menerus dilakukan.

5. Tinggal di Kawasan yang Mahal

Penyakit yang seringkali melanda orang yang memiliki penghasilan yang besar adalah memilih untuk tinggal di tempat atau kawasan yang mahal. Padahal tinggal di kawasan yang mahal tidak menjadikan Anda sebagai orang kaya, malah membuat Anda akan selalu kekurangan uang. Tinggal di tempat yang mahal tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga Anda dapat menghabiskan hingga setengah pemasukan hanya untuk tempat tinggal saja.

6. Tidak Mengetahui ke mana Perginya Uang

Banyak kasus orang-orang dengan berpenghasilan besar selalu merasa kekurangan uang padahal tidak mengetahui ke mana perginya uang yang dipakainya tersebut. Hal ini dikarenakan tidak adanya kemampuan meng-handle keuangan yang baik sehingga uang tersebut hanya habis begitu saja setelah keinginan-keinginan nya terpenuhi.

7. Sering Makan di Luar

Kebiasaan-kebiasaan tidak sehat menjadi penyebab utama mengapa gaji Anda terus habis meskipun pemasukan Anda cukup besar. Salah satunya yaitu kebiasaan sering makan di luar. Jika ini sesekali dilakukan, mungkin bukan masalah yang besar. Namun jika Anda melakukannya terlalu sering tentu saja pengeluaran Anda akan terus membengkak.

8. Tidak Memisahkan Tabungan Kebutuhan dan Tabungan Simpanan

Tabungan simpanan tentunya berbeda dengan tabungan kebutuhan. Sehingga akan lebih baik jika Anda memisahkan kedua hal tersebut. Tabungan kebutuhan berisikan dana untuk kebutuhan sehari hari, kesehatan, jalan-jalan, dan lainnya. Sedangkan tabungan simpanan merupakan dana yang memang Anda tabungkan untuk simpanan. Namun kadang kala banyak orang yang tidak menata hal ini dengan baik bahkan mencampur adukan kedua tabungan ini. Sehingga menyebabkan gaji akan terus habis bahkan sebelum bulan berganti.

Ubah Pola Pikir dan Gaya Hidup Anda

Kebiasaan yang tidak sehat serta pola pikir yang kurang dewasa akan menjadi penyebab utama kondisi keuangan Anda akan terus menerus merasa kekurangan. Sehingga cobalah untuk mengubah pola pikir dan gaya hidup. Terapkan gaya hidup yang hemat serta ubah pola pikir Anda untuk memahami mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan.

Antara PNS dan Karyawan Swasta, Mana yang Lebih Sejahtera?

Januari 01, 2018 with No comments


Menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS masih menjadi primadona di Indonesia. Hal itu terbukti dengan adanya lowongan PNS muncul langsung menjadi buah bibir kalangan masyarakat. Mengingat di tahun 2017 kemarin, kementerian dan pemerintahan membuka lowongan PNS dengan posisi yang tersedia mencapai 18 ribu.

Tidak heran kalau menjadi perbincangan hangat di masyarakat, bukan hanya online, melainkan offline juga. Lalu, bagaimana dengan CPNS yang mengikuti proses rekrutmen lebih rumit? Apa dapat menjamin kemakmuran yang didapat?

Berikut ini beberapa penjelasan tentang lowongan Pegawai Negeri Sipil, antara lain pertama jenjang karir, pengangkatan PNS dapat dilakukan bila yang bersangkutan berstatus PNS, minimal jenjang pendidikan formal adalah sarjana, memiliki Jabatan Pengawas minimal 3 tahun. Sedangkan, jenjang karir pegawai swasta biasanya ditentukan dari pengalaman, loyalitas, kemampuan manajerial, dan juga setiap perusahaan memiliki aturan promosi yang berbeda-beda.

Gaji

PNS

Tidak perlu nego gaji lagi, karena sudah tertera di Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 Tahun 2015 Tentang Perubahan ke-17 atas Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1977 Tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil. Di sana disebutkan bahwa gaji terkecil PNS berkisar Rp1,4 jutaan dan paling tinggi adalah Rp5,6 jutaan. Dan kamu juga harus tahu bahwa sampai tahun 2018 tidak akan ada kenaikan gaji.

Pegawai Swasta

Bagaimana dengan pegawai swasta? Biasanya pegawai swastas digaji sesuai dengan Upah Minimum Rata-rata atau dikenal denganUMR, yakni sebesar Rp3.355.750 untuk DKI Jakarta. Besarnya gaji juga dipengaruhi oleh kinerja dan penghargaan di perusahaan sebelumnya. Misalnya kamu telah menyumbangkan ratusan juta pada perusahaan sebelumnya. Maka gaji yang ditawarkan pada perusahaan baru harusnya dapat lebih besar.

Tunjangan

PNS

Tunjangan yang kamu dapatkan berbeda di beberapa instansi tempat kamu bekerja. Contohnya pada sebuah instansi memiliki tunjangan sebesar Rp5,6 juta per bulan untuk pegawai degnan pangkat terendah. Sementara untuk yang paling tinggi bisa sampai Rp117 juta. Sedangkan untuk Kemenkeu memiliki tunjangan sebesar Rp2,57 juta per bulan.

Pegawai Swasta

Soal tunjangan tiap perusahaan memiliki aturan atau perhitungan yang berbeda-beda, ada yang berkisar antara ratusan ribu rupiah sampai ke jutaan. Atau ada juga yang memberikannya dalam bentuk lain seperti asuransi mobil, kesehatan, atau lainnya. Ada baiknya untuk menanyakan hal ini terlebih dahulu sebelum bergabung ke perusahaan swasta, lalu selanjutnya hitung jumlahnya dengan gaji pokok yang kamu dapatkan.

Uang Pensiun

PNS

Kalau bekerja sebagai PNS, saat masa tua nanti kamu akan mendapatkan uang pensiun. Pensiun PNS ditentukan oleh usia dan jabat. Contoh jabatan administrasi pada usia 58 tahun, pejabat fungsional di usia 60 tahun, dan pimpinan di usia 65 tahun.

Swasta

Beda lagi dengan pegawai swasta, kamu akan mendapatkan uang pensiun tergantung mengikuti program jaminan hari tua BPJS atau tidak. Perhitungan JHT BPJS ini adalah 5,7 persen dari total gaji yang kamiu miliki. Dan kamu dapat mengambil dana tersebut saat usia menginjak 55 tahun.

Pilih Jalan Karir yang Sesuai dengan Kemampuan dan Keinginan

Baik itu pegawai negeri atau pegawai swasta, keduanya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk kesejahteraan sendiri kembali ke diri kita masing-masing, serta seperti apa hasil kerja yang kita berikan.

Pasar Modal Indonesia Tumbuh Tertinggi Dari Sejarahnya

Januari 01, 2018 with No comments


Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, sepanjang 2017 industri pasar modal Indonesia telah menorehkan kinerja menggembirakan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup pada 29 Desember 2017 lalu di level 6.355,65.

Ia mengatakan angka tersebut adalah tertinggi dalam sejarah pada modal Indonesia.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu tumbuh sebesar 19,99% dan ditutup di level 6.355,65 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia serta menjadi pertumbuhan yang tertinggi keempat di bursa efek utama kawasan Asia Pasifik," ujar Wimboh dalam sambutan pembukaan perdagangan 2018 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari peran seluruh stakeholder baik di sektor riil, ekonomi maupun di sektor keuangan.

"Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, baik di sektor riil, di bidang ekonomi dan juga di sektor keuangan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, dalam membangun kepercayaan investor dan pelaku pasar modal terhadap fundamental dan prospek ekonomi Indonesia," jelasnya.

Lanjut Wimboh, pasar modal juga dinilai telah mampu menjadi alternatif sumber pembiayaan mulai dari infrastruktur hingga program-program strategis pemerintah lainnya, yang di dapat selain dari perbankan.

"Pemanfaatan Pasar Modal kita sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang baik untuk pembiayaan infrastruktur, investasi swasta maupun pembiayaan program-program strategis pemerintah lainnya terus mengalami peningkatan, dan bahkan pada tahun 2017 lalu diperkirakan akan dapat mengimbangi penyediaan pembiayaan dari perbankan yang masih belum sesuai dengan harapan," ucapnya.

Di tahun 2018, ujar dia, penting untuk terus membangun kredibilitas dan pendalaman pasar modal sehingga dapat menggerakkan roda ekonomi nasional. Selain itu kata dia, bahkan pasar modal Indonesia dapat bersaing dengan pasar modal global lainnya.

Wimboh juga mengatakan OJK akan terus berkomitmen untuk memgoptimalkan peran pasar modal untuk terus mendukung pembangunan nasional melalui berbagai penyempurnaan kebijakan infrastruktur.

"Kami memiliki komitmen yang besar untuk lebih mengoptimalkan peran Pasar Modal kita dalam mendukung pembangunan nasional melalui berbagai kebijakan penyempurnaan infrastruktur dan perluasan instrumen pasar modal, serta tentunya dengan dukungan perbaikan fundamental ekonomi melalui berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia," ujarnya

Dengan capaian rekor IHSG 2017, dia pun berharap tahun 2018 akan ada capaian rekor baru lainnya.

"Kita tentu juga berharap bahwa kita akan menyaksikan pencapaian rekor baru kinerja pasar modal kita pada akhir tahun 2018 nanti," pungkasnya.

3 Tips Melunasi Utang KPR Anda

Januari 01, 2018 with No comments


Memiliki rumah dengan cara kredit sekarang sudah sangat popular. Sangat jarang konsumen membeli rumah dengan membayar tunai alias cash. Umumnya konsumen membeli dengan kredit, apalagi mereka yang bekerja sebagai karyawan.

Masalahnya, tenor cicilan KPR yang sekarang berlaku umumnya sangat lama. Antara 15 hingga 20 tahun. Bahkan sekarang ada bank yang menawarkan hingga 25 tahun. Bisa-bisa, saat pensiun di usia 55 tahun, cicilan KPR Anda baru lunas.

Sebaiknya Anda sekarang mencari cara agar cepat melunasi utang KPR. Bisakah? Bisa! Jika Anda ingin melunasi KPR dengan cepat, Anda akan menggunakan kombinasi dari beberapa strategi. Mulai dari memiliki tabungan tetap, melakukan pelunasan dipercepat, angsuran ekstra berkala, lalu take over ke bank lain.

Kunci dari cara cepat melunasi KPR adalah Anda mencari dana yang lebih murah, sekaligus mengumpulkan tabungan untuk mempercepat pelunasan. Metode pelunasan yang akan dijelaskan di sini sebenarnya adalah metode standard, yaitu mengurangi pokok kredit sehingga berimplikasi pada porsi bunga yang harus kita bayarkan setiap bulan.

Mengurangi sisa pokok KPR

Poin pertama cara cepat melunasi KPR adalah menerapkan apa yang disebut “Tabungan Tetap”. Metode pelunasan yang akan dipaparkan ini sebenarnya adalah standard, yaitu mengurangi pokok kredit sehingga berimplikasi pada porsi bunga yang harus kita bayarkan setiap bulan.

Beban cicilan KPR dapat diatasi dengan mengurangi sisa pokok. Caranya ialah menambah simpanan tabunganmu menjadi dua kali lipat. Bila biasanya Anda menyisihkan sepertiga dari penghasilan untuk membayar cicilan KPR, kali ini coba sisihkan dua per tiga untuk mengurangi sisa pokok KPR. Tentu saja, ketika menerapkan hal ini Anda harus merelakan beberapa biaya hidup terpotong, semisal makan siang di luar, tabungan, serta investasi.

Bila Anda memiliki penghasilan Rp 9 juta per bulan—di mana sekitar Rp 3 juta digunakan untuk mencicil KPR—Anda memiliki sekitar Rp 6 juta untuk biaya hidup. Ke depan, Anda bisa mengurangi biaya hidup, misalnya menjadi sekitar Rp 4 juta saja per bulan. Dengan demikian, Anda memiliki Rp 2 juta per bulan untuk mengurangi sisa pokok KPR. Jika cara ini diterapkan secara rutin, maka cicilan KPR Anda akan lebih cepat lunas.


Pindah ke bank lain

Anda bisa pindah ke bank lain yang menawarkan bunga KPR lebih kecil. Cara ini disebut takeover. Salah satu pilihannya ialah bank syariah. Bank syariah menerapkan sistem murabahah atau jual beli. Intinya, ketika Anda melakukan take over atau pindah KPR ke Bank Syariah, maka nominal angsuran bulanan Anda menjadi tetap. Dengan memindahkan cicilan KPR Anda ke bank syariah, Anda memperoleh angsuran yang lebih pasti dan lebih ringan. Anda bisa menghitung ulang komposisinya untuk meringankan angsuran sehingga mempercepat pelunasan KPR. Proses take over biasanya dikenai biaya dan Anda juga akan dikenakan penalti sebesar 1% dari sisa pokok.

Kombinasi cara pertama dan kedua

Selain melakukan kedua hal di atas, cara cepat melunasi KPR adalah dengan lakukan kombinasi cara pertama dan kedua. Artinya setelah Anda mengalihkan cicilan ke bank lain, Anda menambah alokasi dana untuk cicilan. Maka Anda akan mendapat keuntungan ganda dengan kombinasi cara tersebut. Rinciannya sebagai berikut:

- Angsuran menjadi lebih ringan

- Masa kredit lebih cepat

- Beban bunga lebih kecil

Sebagai kesimpulan, sebelum Anda mengambil KPR, Anda harus melakukan langkah-langkah di bawah ini:

- Selalu bandingkan produk KPR yang sesuai dengan kemampuan keuangan.

- Lakukan langkah-langkah untuk mempercepat pelunasan KPR.

Dengan sejumlah langkah di atas niscaya Anda akan lebih cepat melunasi angsuran KPR.